Buku “Ngaji Rasa” Karya Santri PP. Daarul Ishlah Assyafi’iyah Resmi Terbit
- Diposting oleh : SMP Islam Terpadu Daarul Ishlah Assyafi'iyah
- pada tanggal : Maret 10, 2026
Batu Meranti – Sungai Loban. Alhamdulillah, kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Daarul Ishlah Assyafi’iyah. Sebuah buku karya santri berjudul “Ngaji Rasa: Cerita Kehidupan Sehari-hari Santri” resmi terbit sebagai bagian dari Program Unggulan Karya Ilmiah Santri Tahun Ajaran 2025/2026.
Terbitnya buku ini menjadi bukti bahwa santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu berkarya dalam bidang literasi dan penulisan. Melalui tulisan-tulisan yang penuh makna, para santri menuangkan pengalaman, refleksi, serta kisah kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren yang sarat dengan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan pembelajaran hidup.
Buku “Ngaji Rasa” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para santri lainnya untuk terus mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, serta berani menuangkan gagasan dalam bentuk karya nyata. Setiap lembar yang tertulis tidak hanya menjadi catatan pengalaman, tetapi juga diharapkan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi para penulisnya.
Adapun para santri yang menjadi penulis dalam buku ini adalah:
- M. Amirudin (2 SMP IT)
- Khairil Anwar (Pengabdian)
- Damar Alenga (3 Wustha)
- Ahmad Rifani (2 SMP IT)
- Fadil Muttaqin (3 Ulya)
- Ahmad Syaifullah (3 Ulya)
Ardiyan selaku pembina Program Unggulan menyampaikan "terimakasih banyak kepada seluruh peserta program yang telah berkerja keras dan konsisten dalam mengikuti program hingga menciptakan karya" Ungkapnya
Pihak pesantren menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kerja keras para penulis serta semua pihak yang telah mendukung lahirnya karya ini. Semoga ke depan semakin banyak karya-karya santri yang lahir dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Semoga buku ini menjadi langkah awal lahirnya generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga produktif dalam berkarya dan memberikan inspirasi bagi banyak orang.
Dari pesantren, lahir generasi penuh karya dan makna